Image of Pegustian dan Tumenggung

Buku

Pegustian dan Tumenggung



perlawanan panjang terhadap Belanda di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah antara tahun 1859-1906 telah menampilkan dua sosok keluarga besar aristokrat Banjar. bubuhan Panembahan Antasari, dan elite Dayak-Muslim, bubuhan Temenggung Surapati. Sejarah perlawanan ini hampir didominasi oleh dua tokoh ini yang kemudian diwariskan dan dilanjutkan oleh anak cucu mereka.
Akar-akar perlawanan mereka cukup kompleks. Perlawanan ini disebabkan secara internal oleh jeratan situasi kusut dalam masalah-masalah sosial, politik, dinasti. serta etnis di bekas Kesultanan Banjarmasin, dan secara eksternal karena ekspansi kolonialisme Belanda. Ini merupakan suatu tabrakan kepentingan, di satu pihak antara elite-elite Banjar dan Dayak yang ingin mengembalikan dan melestarikan tradisi lama dalam bentuk kesultanan, dan di lain pihak Belanda yang memaksakan perubahan politik di bekas Kerajaan Banjarmasin dan menempatkannya di bawah langsung kekuasaan mereka.


Ketersediaan

P10267S959.83 SJA pMy LibraryTersedia
P10268S959.83 SJA pMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
959.83 SJA p
Penerbit Balai Pustaka : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xxxii, 570 hlm : ilus. ; 22 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-666-626-
Klasifikasi
959.83 SJA p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this